Medan
BREAKING Headline
Lifestyle EDITORIAL

Kasus Batuk Pilek pada Anak Meningkat Saat Cuaca Berubah, Dokter Ingatkan Tanda Bahaya

Publish: 26 May 2026 0 komentar

Perubahan cuaca membuat keluhan batuk pilek pada anak lebih sering muncul. Orang tua perlu waspada jika anak sesak, napas cepat, demam tinggi, lemas, bibir kebiruan, muntah berulang, atau tidak mau makan dan minum.

Kasus Batuk Pilek pada Anak Meningkat Saat Cuaca Berubah, Dokter Ingatkan Tanda Bahaya
Komentar

Perubahan cuaca dalam beberapa pekan terakhir membuat keluhan batuk pilek pada anak lebih sering muncul. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama saat anak mengalami demam, hidung tersumbat, batuk terus-menerus, atau mulai tampak lemas. BMKG mencatat pada pertengahan Mei 2026 Indonesia masih mengalami masa peralihan dengan potensi hujan signifikan dan suhu maksimum tinggi di sejumlah wilayah. Perubahan cuaca seperti ini dapat membuat anak lebih rentan mengalami keluhan saluran napas, terutama bila daya tahan tubuh sedang menurun.

Batuk pilek pada anak umumnya berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa gejala ISPA dapat berupa batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, nyeri kepala, nyeri otot, hingga sesak napas. Sebagian besar kasus bersifat ringan, tetapi orang tua tetap perlu memantau perubahan gejala dari hari ke hari.

Dokter mengingatkan bahwa batuk pilek tidak boleh dianggap sepele bila disertai tanda bahaya. Anak perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan jika tampak sesak, napas cepat, demam tinggi, sangat lemas, bibir kebiruan, sering mengantuk, muntah berulang, atau tidak mau makan dan minum. Kemenkes juga menekankan bahwa napas cepat dan kesulitan bernapas dapat menjadi tanda infeksi yang lebih serius.

Pada bayi dan anak kecil, orang tua juga perlu mewaspadai infeksi virus pernapasan seperti RSV. CDC menyebut gejala awal RSV dapat berupa pilek, nafsu makan atau minum menurun, dan batuk. Pada sebagian anak, batuk dapat berkembang menjadi mengi atau kesulitan bernapas dalam beberapa hari setelah gejala awal muncul.

Untuk mencegah penularan, orang tua dianjurkan menjaga kebersihan tangan, memastikan anak cukup minum, cukup istirahat, dan menghindari paparan asap rokok. Anak yang sedang sakit sebaiknya tidak dipaksa beraktivitas berat. Obat batuk pilek juga sebaiknya tidak diberikan sembarangan, terutama pada bayi dan balita, tanpa arahan tenaga kesehatan.

Kewaspadaan orang tua menjadi kunci. Batuk pilek memang sering ringan, tetapi perubahan cepat pada napas, warna bibir, kesadaran, dan asupan cairan harus segera ditangani.

Sebelumnya
Tidak ada artikel sebelumnya
Berikutnya
Tidak ada artikel berikutnya
Komentar
Diskusi santun. Hindari SARA dan ujaran kebencian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.